Festival Mentaram Ajang Promosi Tambora Menyapa Dunia

10 Maret 2015

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram H Abdul Latif Nadjib mengatakan, kegiatan Festival Mentaram merupakan bagian dari ajang promosi Tambora Menyapa Dunia.

"Promosi Tambora Menyapa Dunia tidak hanya dilakukan pada puncak acara yakni tanggal 10-11 April 2015, namun hingga akhir tahun 2015 bahkan harus berkelanjutan," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (10/3).

Dia mengatakan kegiatan Festival Mentaram akan digelar pada tanggal 6-8 Agustus 2015 dan menghadirkan sekitar 1.500 peserta terdiri atas 500 orang peserta dari perwakilan provinsi se-Indonesia dan peserta luar negeri, serta 1.000 orang merupakan peserta dari NTB.

"Festival Mentaram ini akan melibatkan beberapa negara internasional yang akan menampilkan berbagai kearifan seni yang tumbuh dan berkembang secara tradisional pada masing-masing negara. Seperti halnya, kesenian bela diri 'capoeira' dari Negara Brazil," katanya.

Dengan demikian, kesempatan ini juga menjadi salah satu ajang promosi pariwisata Tambora Menyapa Dunia dan NTB umumnya, karena dengan adanya kegiatan Festival Mentaram tentu banyak para peserta dari luar daerah dan luar negeri akan tertarik untuk mengunjungi Tambora serta objek wisata lainnya di NTB.

"Kesempatan inilah yang harus ditangkap pemerintah provinsi dalam upaya menjadikan Tambora sebagai ikon dunia," katanya.

Dikatakannya, dalam kegiatan Festival Mentaram yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut, akan digelar parade dan pagelaran kesenian serta kebudayaan lokal dari masing-masing daerah dan negara.

"Selain itu, digelar seminar dan lokakarya tentang kesenian dan kebudayaan," ujarnya.

Menurutnya, setelah adanya komunikasi dengan beberapa pihak terkait, Festival Mentaram yang dulunya pesertanya hanya dari Asia Tenggara kini pesertanya diperluas menjadi Internasional.

"Dengan demikian, pesertanya tidak hanya dengan negara-negara Asia Tenggara melainkan seluruh negara internasional akan dilibatkan untuk menampilkan berbagai hasil kesenian, kebudayaan, cerita rakyat, lukisan dan lainnya," katanya.

Saat ini, pihaknya sudah mulai menyiapkan berbagai fasilitas dan sarana prasarana pendukung yang akan didapatkan oleh para tamu ketika tiba di Mataram, serta bekerja sama dengan beberapa para pengusaha hotel dan transportasi.

"Untuk menjamu para tamu, kita menyiapkan akomodasi dan transportasi bagi mereka, sebab para tamu dijadwalkan juga untuk melakukan 'city tour'," katanya.



Baca juga
  »
1 Maret 2014
Lombok in getlost Magazine
Lombok article in getlost Magazine, March 2014